Selasa, 06 Oktober 2020

Pemilu Hexagon city di pekan ke-2

 Seperti layaknya seseorang yang berada di sebuah kota baru. Beradaptasi mulai dengan berkenalan dengan lingkungan sekitar, berkumpul dengan orang - orang yang memiliki visi yang sama, membangun sebuah rumah impian yang hanya untuk diri sendiri dulu, kemudian merapatkan saling mendekatkan rumah untuk membentuk sebuah cluster. Adalah oengalaman yang berbeda.

Keluarga baru begitu aku menyebut nya. Orang - orang keren dalam satu cluster yang akan menemani ku berproses ke depan, semoga bisa bertahan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Berpuluh kluster ada di dalam kota ini, yah.. kami akhirnya di kumpulkan dalam sebuah kota yang di sebut dengan Hexagon city. Layak nya sebuah kota, pemimpin baru harus di pilih untuk membawa kami kearah yang lebih baik. 

Nama - nama keren bermunculan, mereka memiliki visi yang luar biasa. Memberanikan diri mengambil peran besar di dalam kota ini. 

Visi misi yang keren yang inti nya ingin membersamai kami belajar dengan merdeka dan bermanfaat. Kampanye pun di lakukan dengan mengunjungi rumah diskusi kami di dalam regional. Senang nya bisa mengenal mereka lebih dekat. 

Proses yang menyenangkan, politik yang menyenangkan. Berpolitik sehat menyenangkan dan merdeka. Berusaha mengambil peran dan menunjukkan prestasi yang benar ada nya, buka hanya sekedar prestasi yang apa "katanya". Menorehkan sebuah kebanggaan saat sebuah kegiatan adalah inisiasi dari mereka yang mengambil peran tanpa mereka ingin menyebut siapa pembuatnya namun hanya berharap manfaat yang dirasakan oleh setiap anggota pembelajar ini. 

Calon walikota yang luar biasa, membuat diri yang merasa kecil ini bersemangat kembali. Untuk berusaha mengambil peran pada setiap even yang ada. Walikota yang seperti ini yang bisa menginspirasi saya.

Rasa nya proses pemilu di kita ini lebih menyenangkan, lebih sehat. Andai di dunía nyata juga seperti ini. Andai semua calon pemimpin menunjukkan prestasi yang ada bukan hanya sekedar janji yang belum tentu tau arah nya.

Tim sukses yang luar biasa, bisa menampilkan calon mereka semenarik mungkin. Kampanye dengan model begini ternyata lebih menyenangkan, tidak membuat keributan, tidak harus keringetan berkumpul dengan orang banyak, tidak perlu Hura -  Hura tanpa arah, tetapi cukup berdiskusi menajawab semua pertanyaan yang ada dengan suara dan bahasa yang lugas.

Kampanye keren yang sesuai protokol kesehatan. Tidak berkumpul berdesakan namun inti dari proses pemilihan itu sendiri telah tersampaikan.

Big love buat konseptor kota ini, founder dan tim keren yàng ada di balik layar. Berharap kota ini akan menjadi kota inspiratif, bermanfaat untuk semua orang. Dan semoga saya bisa tetap bertahan di kota yang menyenangkan ini.

#Hexagoncity

#Hexagonia

#kuliahbundaprodukyif

#institutibuprofesional


Jumat, 15 Mei 2020

Jurnal kupu - kupu pekan kedua (bagian 2) Aku seorang mentee

Mentorship program

Sebagai mentee, dalam program Mentorship ini saya memilih mentor penulis. Alasannya adalah saya ingin tetap bermanfaat bagi lingkungan sekitar dengan meninggalkan rekam jejak yang nyata.

Saat berkomunikasi langsung dengan mentor, saya mendapat kekuatan baru untuk memulai menulis. Dari 3 tulisan yang saya kirimkan pada mentor dua, 2 diantaranya sudah layak untuk di jadikan sebuah cerita atau tulisan di media sosial. Saya tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan hal ini, namun mentor saya mengatakan hal yang sebaliknya bahwa saya telah memiliki bakat menulis, dan hanya tinggal meningkatkan jam terbang dalam menulis.

Di moment ini saya mendapatkan amunisi untuk melatih menulis dengan konsisten menulis di media sosial dengan tema yang tidak harus mengundang opini orang banyak. Saran dari mabak ai demikian saya memanggil beliau, penulisan bisa dimulai dengan hal yang disukai dan disekitar kita yang sangat kita sukai contoh nya tentang anak - anak. 
Menulis di medsos bukan hanya sekedar melatih jam terbang menulis tetapi juga sebagai sarana untuk membuktikan eksistensi kemampuan kita dalam hal menulis pada khalayak ramai serta melatih meningkatkan kepercayaan diri dalam hal menulis.
Disaat nanti nya saya akan membuat sebuah buku (insyaallah) orang orang disekitar saya terutama teman teman saya di medsos sudah mengetahui bahwa memang saya menulis sejak lama. 

Saran yang luar biasa dari mentor saya adalah tidak peerlu memikirkan kritik orang banyak, jika itu akan menghambat perkembangan diri kita. 
Menulis yang bebas, bebas menulis seperti saat kita merdeka belajar dan belajar dengan merdeka.

#jurnalke2
#kelaskupukuou
#buncek
#ibu profesional

Jurnal kupu - kupu pekan kedua (bagian 1), Aku seorang menntor

Mentorship program

Sebagai mentor, saya memiliki dua mentee yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Dua bunda hebat dengan target berbeda yang ingin di asah agar lebih expert di bidang nya. 
Saya kenalkan mentee pertama saya adalah bunda Edwina ibu dari 2 putra yang jarak usia antara anak pertama dan kedua terpaut 7 tahun. Dalam mentorship ini bunda Edwin ingin lebih menegaskan bagaimana cara berkomunikasi produktif dengan si kecil. Bagaimana mengatur emosi saat berhadapan duo putra hebat dengan perbedaan usia yang cukup jauh.

Saat berdiskusi dengan bunda Edwin saya ingin membangkitkan ingatan tentang kekuatan atau modal yang sudah dimiliki bunda Edwin selama ini dalam mengasuh dan berkompromi dengan buah hati nya. Saya coba mengarahkan dengan cara membuat daftar kekuatan apa yang sudah di miliki bunda Edwin salah satu nya adalah ilmu komprod (komunikasi produktif) pada kelas bunda sayang, dan masih banyak lagi.

Selain membuat inventaris kekuatan yang dimiliki, saya mengingatkan apa saja yang sudah dilakukan selama ini saat berhadapan dengan kedua putra nya. Setelah itu halangan/tantangan terbesar apa yang selama ini membuat bunda Edwin merasa kesulitan dan tertantang untuk menyelesaikannya. Tidak begitu banyak obrolan yang kami lakukan, namun saya berharap dengan seperti ini saya bisa membantu bunda Edwin menemukan kebutuhan sesuai dengan diri nya.

Mentee kedua saya adalah bunda Khadijah dari Sulawesi, yang ingin sekali meningkatkan berat badan buah hati tercinta. Bu da Khadijah menceritakan bagaimana khawatir nya saat mengetahui berat badan si kecil berada di bawah garis merah. Sama hal nya dengan bunda Edwina saya ingin menggali potensi apa hang sudah di miliki bunda Khadijah selama ini.

Saya menemukan hal yang luar biasa, bunda Khadijah sudah sering mengikuti kelas MP-Asi di kota nya, beberapa kelas online dengan tema yang sama dan T30 yang ga main main dengan tujuan yang luar biasa yaitu menaikkan berat badan si kecil.

Namun ada beberapa tantangan yang di alami bunda Khadijah selama ini. Setelah saya mencoba mengingat kan apa saja kendala yang di hadapi, bunda hebat ini pun menemukan hal hal penting di sekitar perkembangan si kecil. Dimulai dengan bunda Khadijah tidak begitu suka memasak, pengasuhan di delegasikan pada orang terdekat, pola kebiasaan makan yang belum dikatakan sehat sesuai menu 4 bintang dan keadaan gigibsi kecil yang mulai rusak karena si kecil tidak suka gosok gigi.

Dengan bunda Khadijah saya hanya lebih mengingat kan tentang badai informasi yang dia peroleh tentang ingin menaikkan berat badan si kecil secara cepat. Serta mengarahkan apa yang harus dilakukan ke depannya dalam meningkatkan berat badan si kecil.

Saat berkomunikasi melalui WhatsApp video, bunda Khadijah bisa menemukan dimana dia harus memulai untuk memantau pertumbuhan buah hati tercinta.

Satu hal yang sama dari kedua nya adalah sama - sama sudah merasa melakukan "something missing" dalam membersamai buah hati mereka. Namun yang perlu di garis bawah i adalah masa lalu merupakan pelajaran berharga bagi kita semua, tidak perlu di sesali bahkan kita harus berterima kasih karena kita paham tentang kesalahan yang pernah kita lakukan. Yang perlu di hadapan adalah keadaan saat ini. Mulai dari sekarang bukan dari hari kemarin untuk hari esok yang lebih baik.

Dari dua mentee ini saya belajar banyak hal. Rasa tidak percaya diri ketika bertemu dengan orang yang sama sekali belum saya kenal, menjadi tantangan tersendiri. 
Rasa berdebar apakah saya dapat membantu mereka setiap kali berkomunikasi merupakan sensasi yang luar biasa.
Rasa khawatir apakah saya akan diputuskan juga ga kalah seru nya saat sudah bertemu di akhir pekan.
Seru nya jadi mentor, cuma disini ketemunya di kelas bunda cekatan ibu profesional.
Bukankah saat nya kita berbagi ilmu? Apa yang bisa kamu bagikan hari ini? 

#jurnalke2
#kelaskupukupu
#buncek
#ibuprofesional




Jumat, 08 Mei 2020

Jurnal kupu - kupu Minggu pertama

Mentorship, dengar kata ini sudah bikin gimana gitu mikirnya.. 
Baiklah.. Dengan pengalaman membersamai anak anak dirumah dan sedikit waktu membersamai ibu - ibu keren di posyandu, saya mencoba untuk menawarkan menjadi mentor tumbuh kembang anak. 

Hari ke-2 setelah mendaftar sebagai mentor, saya mendapat mentee dari Cimahi ibu hebat dengan 2 anak laki-laki yang punya jarak usia lumayan jauh. Bersama saya harapan bunda hebat ini bisa memahami seluk beluk anak laki-laki dalam pengasuhan nya. 

Hari ke-3 saya mendapat satu mentee lagi dari Sulawesi. Bunda hebat yang satu ini memiliki satu buah hati kesayangan yang memiliki sedikit permasalahan dalam berat badannya.

Semoga saya bisa terus membersamai dua ibu hebat ini sampai akhir waktu mentorship ini. Semoga sedikit pengalaman saya bisa bermanfaat serta membatu memenuhi harapan dalam konteks membersamai tumbuh kembang buah hati mereka.

Selain mendaftar menjadi mentor, saya juga tidak ingin melepaskan moment ini untuk menjadi mentee.
Dari beberapa keahlian yang ditawarkan oleh para mentor, saya menjatuhkan pilihan pada mentor penulisan. Tertarik dengan profil singkat dari mentor saya dimana dalam waktu dua tahun sudah menelurkan berbagai karya antara lain 2 buku solo, 12 buku antologi dengan tema keluarga dan fiksi, belum lagi tulisan beliau di berbagai media online.

Ai, begitu panggilannya dari IP Karawang. Saya berharap bisa mengulik sedikit kemampuan menulis saya melalui mentor keren ini.

Bismillah… semoga Allah membuka kan hati, menjauhkan dari rasa sombong dan menjernihkan fikiran ini agar bisa bersama sama belajar dengan mereka semua, belajar menulis, belajar membersamai anak anak.

#jurnalke1
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Selasa, 24 Desember 2019

Buncek pekan ke dua

Penting dan mendesak engga sih ??

Pekan kedua....
Setelah pekan pertama menemukan apa yang di suka... Pekan kedua ini menemukan apa yg penting dan mendesak agar bisa lebih cemerlang dan whola... Ini dia.....




Bismillah... Menurut ku keterampilan yg ygharus di asah dari yg di suka adalah tentang bagaimana bercerita, memotivasi intinya publik speaking lah.... Kemudian... Dari itu semua yg harus di lakukan adalah...
5 point' diatas dan semoga sudah sesuai menurut diri aku sendiri 😁 yah.. setelah bertanya tanya selama beberapa hari ini ma diri aku sendiri ini lah hasil nya yang bikin bahagia.
Bahagia


#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP

#institutibuprofesional

Senin, 16 Desember 2019

Telur - telur....

Bismillah... Melacak lagi kekuatanku.... jurnal pertama Di kelas buncek... Semoga bisa bertahan dan ini dia ternyata yg Kusuka dan tidak😁 ternyata berubah ya.. dr sekian perjalanan waktu




Dan... Menurut diriku, dominan disini nih... 




ternyata berubah lagi... 😆 Dari tahun lalu dan lalu ada yg berubah


#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 10 Juli 2018

Ingin menulis... Setelah berbagai macam masalah muncul di hadapan ku muncul rasa jengah.
Rasa nya harus mulai dari awal, dari titik nol atau harus lari langsung menuju finish sambil menarik ulur semua proses yang di harapkan tercapai

Seketika kesadaran yang terbangun, mimpi yang ingin terwujud hancur seketika saat belum bisa berdamai dengan diri atau masa lalu. Membuat kesalahan itu sangat mudah dan membuyarkan sebuah impian pun begitu cepatnya. Meyakinkan hati menjadikan masalah adalah sebuah tantangan ga semudah dulu

Ingin membenci...
Namun aku sadar kebencian hanya akan menambah rusak nya jiwa. Ingin tersadar tapi hati masih enggan beranjak dari sedih.
Ah... Andai ku bisa membuat jika pada akhirnya semua derita akan hilang begitu saja dan mengapa harus dibuat sesedih rasa, bila memaafkan akan lebih mulia dan senyuman membuat bahagia

Apakah aku sudah jauh dari Tuhanku? Atau... Tuhan yang sudah menjauhi ku?

Apa penyebab hati ini gundah? Apa penyebab dari semua ini?

Mata ini tak lagi bisa menangis, hati ini pun terasa kering. Senyum, tawa sepanjang hari tak lagi tulus. Kenapa pikiran ini tidak bisa terbebas???

Ingin kembali ke masa itu...

Masa dimana aku bisa berdamai dengan siapapun dengan apapun.

Mengapa terasa begitu buruk nya diri ini sehingga merasa tak pantas menemani buah hati. Saat bersama mereka hanya kekhawatiran yang tersisa sekarang

Aku ingin terbebas dari rasa itu. Sehingga aku bisa kebaikan tenggelam dalam riuh canda mereka. Berlari berkejaran dengan mereka, melempar tawa dan bermain ruang dengan mereka

Haruskah aku melepaskan semua yang ada pada diriku? Menjauh dari orang orang hebat itu atau menjauh dari semua kehidupan?

Aku merasa Tuhanku tak mendengar pinta ku. Padahal aku sadar bahwa Tuhanku pasti memberikan yang terbaik buat diriku

Tuhan... Lembut kan lah hati ini, jernih kan pikiran ini, sejukan jiwa ini, ijinkan mata ini menangis dengan derasnya hingga membasahi dab membersihkan hati yang terlanjur kotor

Aku ingin kembali ke masa itu... Masa dimana aku bisa tenggelam bergelayut manja dengan do'a do'a ku.

Tuhan... Ijinkan aku bersimpuh dalam pangkuan mu....


Selasa, 10 April 2018

Hm... Kenapa tewur begini?

Kegiatan offline yang berjubel mau gamau lelah hayati juga. Sebelumnya ga sesibuk ini, hm… mau gimana lagi jadi tuan rumah untuk pendataan keluarga sehat dengan jumlah kepala keluarga 3645 lumayan puyeng persiapannya.
Sangking banyaknya yang di kerjakan, terkadang hp mati juga ga tahu. Kalau sudah on lagi hp nya bermunculan deh kalimat kemana aja…. Padahal ga kemana mana disini saja.

Klo dah begini jam online pun sering lupa. Yg… manajemen waktu benar benar tantangan yang super…..
Karena sibuk, anak anak juga mulai protes. Jadi inget kata2 Bu septi, kalau anak2 mulai protes bearti ibu nya yang perlu evaluasi lagi.

Semedi…. Berdiam diri sejenak..  ber Evaluasi dan kemudian berlanjut evolusi, cita cita nya 😁.

Allhamdulillah hari Minggu ga ada kegiatan apa2.. Yeay.. free, gfos juga. Playdate lah dengan anak anak, bermain pasir, slime, masak masakan, main Lego pokok nya main…
Setelah seharian bermain, anak2 terlihat seneng.. dan akhirnya keluar lah kata2 ibu kalau lihat hp kenapa lama? Belajar ya? Baca apa saja? Kan enak main kaya begini.. protes nya
Dyeeng…. Rasa nya….. Mak jleb.

Memutuskan untuk membatasi memegang hp saat dirumah. Berikut efek ke kelas online juga 😐 jadi semua serba terlambat dan jika harus baca ratusan chat hufhhh mata langsung puyeng. Muncul lagi tantangan baru 😌

Tiba tiba ada wapri nih dari kelas yang intinya kecewa karena serba telat. Jleb yang ke dua, karena membatasi jam online, jadi nya begini.
Sempat baper.. akhirnya rekap game langsung dikerjakan saat itu juga dan terlupa tidak berkoordinasi dengan korlan saat itu dan….. muncul lagi tantangan nya… korlan protes karena merasa tidak di hargai 😣

Huwaaaa….  😭😭😭😭 Rasa nya campur aduk. Menyesal baper dan menyesal ga bisa manajemen waktu dengan baik. Karena ada yang berubah dalam satu rutinitas semua berubah 😵
Yah… sudah lah apapun hasil nya semua harus diterima dan di selesai kan dengan baik. Jadi pembelajaran yang berharga.

Pernah sekali waktu pulang kerja  anak2 ngajak bermain tapi rasa nya badan capek semua..  ga punya energi, lihat wa grup banjir chat. Puyeng kepala rasa nya…  dalam hati ber- do’a ya Allah.. mohon beri petunjuk gimana cara nya balikin energi yang pagi tadi, semangat seperti waktu pagi tadi, di depan anak2 harus nya bisa lebih bersemangat.

Kudu kuat, kudu semangat, tebar manfaat💪💪💪

#JurnalFasil5
#Bunsay3IIP

Selasa, 27 Februari 2018

Tantangan Baru



Hm… jurnal fasil bagian empat yang sempat ketulis :-p
Di level kali ini ada something new.. yang bikin senyum senyum sendiri lagi dan sambil tutup muka. Game level ini adalah mengenai kecerdasan anak, saat share materi level 4 dan malam nya berdiskusi ada hal yang menarik, pertanyaan yang masuk sesaat sebelum diskusi adalah seputar macam - macam kecerdasan, bagaiman cara observasi nya dan beberapa curhatan dari para peserta tentang keadaan anak - anak di rumah mereka. Diskusi kelas malam ini  allhamdulillah rame, chemistri dan komitmen di kelas sudah mulai full loaded.

Menurut saya jawaban yang saya berikan pada saat itu sudah sesuai dengan materi tentang apa dan bagaimana cara menstimulasi dan observasi kecerdasan anak - anak. Unik nya ada salah satu peserta yang langusung sharing dan memberikan statemen “ saya ada pengalaman ini, nanti saya japri ya… ” dan beberapa pertanyaan dari peserta selalu di selipi dengan pernyataan seperti ini ;-)...

wkwkwkwkwkwk… `saya kudu ngguyu` bahasa jawa nya. Ini saya yang kurang pinter jawab atau memang saya kurang wawasan ya waktu memberikan jawaban? karena pada inti nya jawaban yang saya berikan memang bukan langsung jawaban yang di harapkan para peserta, tetapi saya membantu para peserta menggali dan berpikir bagaimana menyelesaikan pertanyaan yang di sampaikan sehingga muncul AHA moment saat proses berdiskusi dengan bertanya.

yah nama nya banyak kepala, serta kebiasaan kita yang sebelumnya selalu ingin mendapatkan jawaban instan terkadang membuat para peserta “malas” di ajak berdiskusi dan lebih antusias dengan komentar “nanti saya japri ya..”

Saya jadi bertanya - tanya lagi dalam hati… “apakah alur diskusi saya garing ya” … auk ah helaph :-)

Anyway… keadaan ini membuat saya berpikir lagi bagaimana cara nya agar suasana kembali normal dan ga ada japri japrian. Akhir nya saya ikutan komen deh… “saya juga mau donk ilmu nya….share disini aja mbak… “ di ikuti peserta lain dengan komentar yang sama dengan saya, dan… jawab nya…. “(tidak ada balasan untuk chat saya ini)”

Saat ada pertanyaan lagi, muncul lagi den komentar saya japri wkwkwkwkwk… kudu mancing lagi nih, “tips nya bagi disi ni aja dong mbak… kita semua adalah murid dan kita semua adalah guru (pake emo senyum lebar)” di ikuit peserta yang lain dan perangkat kelas juga, dan… di jawab “maaf saya belum bisa mengetik banyak malam ini”
dueng…. jawabannya ah… sesuatu banget….. pake jurus semua guru semua murid baru kena deh wkwkwk
saya jawab lagi “ besok - besok juga ga papa, kita sabar menunggu (pake emo kedipin mata) plus kasih hastag edisi maksa” hehehehhe…
peserta yang lain pun mulai berkomentar agar bagi ilmu nya di grup saja dan kelas rame banget. akhirnya si mbak ini tadi pun berkomentar “baik, akan saya share besok ya…. karena malam ini tidak memungkinkan saya utuk ngetik panjang”
hm…. si mbak ini jawabannya….. bikin gemes,
Allhamdulillah… batin saya, suasana di kelas bisa kembali normal. prinsip saya ga boleh baper.

Keesokan hari nya si mbak menepati janji nya dengan sharing pengalaman dalam menstimulasi kecerdasan anak di rumah nya. Luar biasa ilmu nya…. beliau membagi kan tips yang lumayan banyak tentang montesori. Seandai nya ilmu yang begini di berikan japri japri pasti sayang banget. dengan demikian semua peserta dapat mengambil manfaat dari ilmu yang beliau bagi di hari itu.

Walaupun sedikit kecewa juga sih, karena masih banyak peserta di kelas ini yang mau nya dapat jawaban instan saja atas pertanyaan yang disampaikan. Padahal dengan menemukan AHA moment saat proses berdiskusi itu “sesuatu banget”

Keadaan ini membuat saya lebih berinstrospeksi diri, sebagai fasil wajib hukum nya menambah wawasan tentang yang sedang di fasilitasi saat ini. mampu membina suasana di kelas dan mengembalikan fungsi kelas, hal ini ga bisa dilakukan sendiri jadi harus bareng - bareng dengan perangkat kelas. dan…. sebutin mantra “jangan baper” berulang ulang dalam hati kalau menghadapi situasi begini plus istighfar…. yang banyak…. hehehehe

jadi…..
tantangan baru untuk di hari yang baru bikin ngefasil jadi tambah seru…. so… what next????

Minggu, 25 Februari 2018

Setelah 12 tantangan terlewati



Mulai mengenal IIP rasa nya baru kemarin. Pembahasan disini bukan lah hal yang baru, hanya dikemas dan di lihat kan dari sisi yang berbeda. Siapa sih yang kenal dengan istilah parenting? Hampir semua orang tau dengan istilah ini. Artikel tentang parenting pun bertebaran di mana mana, tetapi usaha untuk mempraktekkan nya belum tentu bisa. Tetapi saat mengenal tahapan di IIP terasa ada yang berbeda parenting bukan sebuah ilmu yang ditebarkan tetapi di kerjakan. Rasa penasaran untuk memasuki tahapan nya pun semakin terasa.

Di mulai dari kelas matrikulasi, dikelas yang cukup singkat namun padat, banyak hal baru yang menakjubkan seolah olah menunjukkan sisi yang lain dari diri kita. Perasaan tertantang dengan alur nice homework pun semakin membuat berdebar di setiap Minggu nya. Selain itu rasa kedekatan dengan anak anak pun mulai terarah.

Di kelas bunda sayang… di kelas ini rasa nya campur aduk. Karena ditengah tengah kelas muncul berbagai diskusi dengan suami yang belum sepenuhnya setuju saat matrikulasi. Saat nya komunikasi produktif pun berperan. Di kelas ini benar benar menyadarkan bagaimana harus nya menemani anak anak. Membersamai mereka, bukan untuk menjadikan mereka apa tetapi untuk menemani mereka menemukan peran yang ada dalam diri mereka.

3 materi terakhir menyadarkan bahwa memang anak anak nanti akan hidup di jamannya bukan jaman kita sekarang. Amunisi menjelang kesana memang harus disiapkan dari sekarang. Mulai dari hal yang kecil mengubah sudut pandang hingga yang besar menemukan sejatinya dia adalah laki laki atau wanita. Dengan kecanggihan teknologi sekarang ini pun kita harus siap dan pandai memilih serta memilah yang sesuai dengan keperluan keluarga.

Sebenarnya saya bukan termasuk orang yang suka menggunakan berbagai aplikasi dalam gadget. Hanya yang di perlukan saja yang saya pasang. Namun belanja aplikasi sering dilakukan, agar tidak terlalu gaptek dan menyiapkan diri jika anak anak nantinya akan kenal dengan hal ini.

Tetapi hal yang tidak dapat di pungkiri, setelah level satu berakhir kemudian berlanjut ke level berikutnya, saat itu juga tantangan yang sebelumnya selesai dilakukan dan ga dilanjutkan karena sekarang memulai tantangan yang baru. Ada rasa kecewa pada diri sendiri sewaktu menyadari hal ini. Baru tersadar bahwa inilah tantangan sebenarnya.

Saat kelas berakhir… rasa was-was  merayap dihari, apakah sudah benar pantas luluskah? Atau sekedar lulus kah? Atau tidak lulus? Kenangan bagaimana saat mencoba klarifikasi dengan beberapa fasil muncul kembali. Rasa kangen dengan teman teman sekelas yang sangat luas wawasan nya dan tak segan berbagi hinggap dan seakan tidak ingin terganti dengan yang lain. Tapi semuanya harus tetap berlanjut.

Bunsay bagi saya adalah tempat saya kembali jika saya menemukan berbagai tantangan Yang ada di dalam keluarga. IIP juga menjadi jawaban bagi pertanyaan saya terdahulu tentang dimana ada sekolah menjadi orang tua? Jawabannya ada disini di IIP.

#AliranRasaKu
#KuliahBunsayIIP

Senin, 19 Februari 2018

Buat portofolio mu dengan yang satu ini

Siapa yang ga kenal dengan aplikasi yang satu ini, PicsArt….

Aplikasi yang bisa di unduh gratis di playstore ini lumayan lengkap. Banyak sih aplikasi sejenis di sana tapi PicsArt Menurut saya lebih mudah dan sederhana dipahami. Tools nya juga lumayan lengkap.

Untuk bikin portofolio anak anak aplikasi ini cukup mendukung. Untuk pemula dan ibu rumah tangga yang pas pas an pengetahuan nya seputar per aplikasi an, PicsArt sudah cukup untuk saya membantu membuat porofolio sederhana.
Hanya saja iklan yang sering muncul jadi lumayan mengganggu saat memakai aplikasi ini. saya
Tapi..  sudah cukup keren lah…. Suka...😍😍😍

#level 12
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIp

Rabu, 07 Februari 2018

CK 12 BIKIN BELAJAR LAGI

Setelah kemarin bahas tentang kesehatan, sekarang bahas aplikasi untuk memenuhi si kecil bermain.

Nemu aplikasi ini di play store. Aplikasi ini hampir mirip dengan ixl math. https://play.google.com/store/apps/details?id=org.ck12.app.practice 

Lumayan lah... Buat gantikan beberapa game di hape, anak anak juga mulai tertantang. Ga menyangkal kalau aplikasi ini bikin bosen anak2, apalagi bahasa nya pake bahasa Inggris 😁

Bikin emak nya mumet juga karena semua pake bahasa Inggris 😅  sebenarnya bagus disini anak anak di ajak belajar dengan bermain, ada beberapa tingkatan pertanyaan. Selain itu ada materi juga yang bisa dibaca tapi ya itu tadi semuanya berbahasa Inggris 😁


Kita bisa memilih mau belajar saja atau juga nge-game sambil belajar. Di aplikasi ini kemajuan kita saat belajar juga terekam, jadi seperti raport lah... Kita bisa lihat hasil pencapaian kita dalam satu materi.


Pelajaran nya pun beragam bisa di pilih sesuai mood dan kesukaan anak anak.

Setelah membaca materi kita bisa langsung bermain, atau jika memang sudah siap kita bisa ajak anak2 bermain.
Materi yang disajikan juga sangat menambah wawasan.


Selain itu game yang disajikan juga menarik tidak hanya sekedar angka atau tulisan .

Untuk grade yang paling mudah membuat anak anak senang karena bisa naik ke level berikutnya. Tapi... Kalau sudah di grade yang susah....  Wah.. langsung kabur ga mau bermain lagi 😆

Saya suka aplikasi ini, belajar Banget hawa nya. Tapi karena keterbatasan bahasa jadi anak anak juga jadi terbatas mainnya. Terbatas karena ibu nya ga bisa menerjemahkan dengan baik 🤦

Next tantangannya belajar lagi bahasa Inggrisnya ya.. dan berharap Nemu aplikasi serupa yang berbahasa Indonesia 😊

#Tantangan10hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Selasa, 06 Februari 2018

Berat badan ideal

Review aplikasi hari ini adalah tentang indeks masa tubuh. Pengertian IMT sudah pada tahu semua kan ya…
Yups IMT adalah Metode yang digunakan untuk menentukan berat badan yang sehat berdasarkan berat dan tinggi badan. Angka indeks massa tubuh atau dalam bahasa Inggris disebut body mass index (BMI) digunakan untuk menunjukkan kategori berat badan seseorang apakah sudah proporsional atau belum.

Kenapa saya pilih aplikasi ini? Setuju dong kalau ibu rumah tangga tetap harus sehat dan punya badan ideal…

Nah… dengan pake aplikasi ini setidaknya kita jadi waspada terhadap perubahan kenaikan berat badan. Tujuan sebenarnya adalah hidup sehat, jadi dengan menjaga pola hidup yang sehat dan seimbang maka tubuh kita pun akan proporsional, tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus.

Kalau ibu nya sudah sehat, pasti nya lebih mudah menjaga dan membiasakan juga pola hidup sehat untuk anak anak dan keluarga tercinta.

Aplikasi ini sangat mudah, kita tinggal masukan umur berat badan dan tinggi badan sesuai dengan jenis kelamin maka akan muncul hasil indeks massa tubuh kita dengan kategori  bobot terlalu rendah, normal dan obesitas.


Selain dari tinggi badan dan berat badan, lingkar pinggang kita juga bisa menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat indeks massa tubuh kita. Nah… lingkar pinggang siapa yang perbulannya naik 1 cm ??? Yuk coba ukur lingkar pinggang kita caranya dengan pakai meteran baju ukur pinggang kita mulai dari pusar melingkar kebelakang sampai ke pusar lagi selanjutnya  masukan tinggi badan dan usia lagi dan hasil nya akan kelihatan. Jika sudah berwarna kuning maka kita harus lebih berhati-hati dan perbanyak olahraga agar indeks massa tubuh kita tetap stabil.


Selain itu melalui aplikasi ini juga bisa mengukur gambaran prensetase lemak di dalam tubuh,cara nya juga gampang kita tinggal memasukkan angka yang di minta dan umur lalu keluar lah hasil nya.

Kalau di tanya hasil nya valid engga?? Yah.. nama nya juga aplikasi, pemakaian nya pun tergantung pada kejujuran kita saat mengukur indikator yang di minta. Batas ambang nilai normal sehat ke obesitas sudah sesuai dengan standar yang di gunakan who. Kalau mau benar-benar benar valid ya harus periksa ke fasilitas kesehatan. Tapi setidaknya aplikasi ini bermanfaat untuk kita selalu menjaga kesehatan dan berusaha agar tubuh tetap ideal.

Banyak aplikasi serupa yang bisa dicoba juga, saya pakai  kalkulator IMT/BMI karena sederhana dan mudah serta bisa di  unduh gratis di  http://play.google.com/store/apps/details?id=tools.bmirechner   Hayuk bunda be healthy and be beauty 

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Senin, 05 Februari 2018

Bidanku untuk kehamilan mu


Informasi Seputar Kehamilan dan Anak 


Tantangan bunsay kali ini tentang review aplikasi atau semacam nya yang bisa membantu moms menjalani tantangan di dalam rumah dengan baik. Saya bukan termasuk orang yang demen pasang aplikasi di HP atau laptop. Bisa di bilang saya termasuk orang yang gaptek dan ga ke kinian, tetapi bukan bearti saya ga pernah pakai aplikasi di play store untuk bantu aktivitas saya sehari – hari. Aplikasi yang saya pasang terkesan yang saya butuhkan saat ini untuk sekedar mencari referensi tentang dunia kesehatan, pendidikan anak atau info terbaru tentang pekerjaan saya sebagai bidan.

Aplikasi yang ingin saya bagi sekarang adalah aplikasi bidanku.com


 Aplikasi ini memuat tentang informasi seputar kesehatan ibu dan anak khususnya tentang kehamilan dan persalinan. Mencari referensi yang jelas sumbernya adalah hukum wajib jika kita ingin menambah pengetahuan jadi tidak asal kata orang saja atau berdasarkan informasi yang bersliweran di media sosial tanpa jelas sumber asalnya.


Disini banyak informasi seputar kehamilan, persalinan dan info terbaru tentang dunia kebidanan. Bahasa nya juga tidak terlalu sulit untuk di pahami oleh orang awam jadi siapapun bisa membaca dan menambah wawasan seputar kehanilan, persalinan atau merawat bayi baru lahir dengan mudah.


Buat moms yang baru menikah dan baru punya bayi, informasi dari aplikasi ini menurut saya membantu lah... dari pada hanya sekedar `kata nya`. Tentang perkembangan anak – anak disini pun di bahas lumayan gamblang. Karena adminnya juga bidan saya percaya kalau sumber informasi yang di berikan dalam aplikasi ini berasal dari referensi yang jelas. Tapi nama nya juga aplikasi pasti ada kelebihan dan kekurangannya. By the way secara umum kalau mau dapat info seputar kesehatan ibu dan anak aplikasi ini cukup membantu menambah wawasan.

Seorang ibu wajib punya wawasan yang luas dan dapat di pertanggungjawabkan sehingga bisa menambah rasa percaya diri dalam menemani suami membersamai anak - anak, jadi tunggu apa lagi? yuk tambah tambah lagi ilmu nya :-)

Aplikasi ini bisa di unduh secara gratis melalui play store  atau melalui link berikut https://bidanku.com/ - Download Crafteristics App at https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bidanku.app

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIp
#KeluargaMultimedia

Rabu, 24 Januari 2018

Musti piye ??? 😆

Masuk materi 3 artinya 1 kali materi akan selesai cawu ini dan berganti tempat. Chemistry di kelas belum begitu full energi yang ada kelihatan nya juga belum begitu hidup. Saat share materi banyak yang merespon akan menyimak, memahami, di kunyah dan bahasa yang lainnya. Tiba saat diskusi kata kata yang keluar pun hanya menyimak, menemani si kecil dan lain sebagainya. Diskusi pun tampak tenang…

Jadi bertanya tanya apakah materi yang di dapatkan tidak begitu menarik atau memang semua sudah paham dengan materi nya? Begitu pun saat diskusi game oerlevel semua terlihat tenang tidak ada pertanyaan yang muncul saat diskusi. Tetapi kemudian banyak wapri yang masuk menanyakan teknis nya game yang akan di lalui, saat di jawab dengan mengeshare kembali materi responnya terimakasih dan paham. Muncul lagi pertanyaan mereka benar benar membaca materi/game yang sudah di share atau engga ya? Kalau di lihat dari notifikasi nya semua peserta hampir sudah membaca, atau sekedar dibuka saja?hmmm harus tetap berpikir positif.
Saat ada perpel kelas ramai yang jarang komentar pun bermunculan. 

Akhirnya curcol deh fasil nya di dalam kelas 😁😁 bertanya tanya kenapa kalau saat diskusi tidak seramai perpel? Kalau sesion curCol responnya luar biasa, komentar tentang kehilangan sinyal pun jarang muncul 😅.
Sampai muncul statement apakah tidak di perlukan diskusi?dan semua sudah terlihat jelas? Jadi tugas fasil lebih mudah share materi, share game dan share link game, Beres….

Untuk game hampir semua mengerjakan dengan berbagai versi mereka. Sebenarnya ibu2 ini luar biasa pemanfaatan sosmed nya ga seperti sayah 😀.

Membina suasana di kelas online bagi saya lebih sulit. Saya lebih memilih ketemu langsung dan tatap muka dengan peserta, karena saat itu saya bisa lihat langsung bagaimana ekspresi dan respon peserta di dalam kelas. Perlu keahlian lagi nih bagaimana mengelola kata kata agar peserta di dalam kelas online lebih bersemangat sempat berpikir pemilihan kata saya terlalu sederhana mungkin sehingga tidak menarik perhatian mereka. Apalagi bagi saya yang tidak punya track record di bidang parenting dan di kenal banyak orang, sehingga antusiasme para peserta pun berbeda.

Sudah lah… menikmati saja episode ini, sebagai sarana instrospeksi diri. Harapan saya di kelas bisa lebih hidup walaupun tidak ada sesi diskusi, layak nya sebuah keluarga. Chemistry itu yang sebenarnya saya harapkan muncul. Pada saat curcol pun kata2 ini sempat muncul. 

Go fasil go 😄😄😄

Sabtu, 23 Desember 2017

Jurnal fasilitator 2
Menemukan jati diri dengan memfasilitasi.


Memilih peran menjadi fasilitator disamping kesibukan sehari-hari sebagai ibu rumahtangga dan ibu bekerja bukan hal yang mudah. Harus bisa mengatur gadget time dan lebih merapihkan tugas tugas yang lain agar mudah di ingat, dikerjakan.
Seakan mereview kelas bunsay yang lalu. Kembali terbiasa menjalankan komunikasi produktif, melatih kemandirian anak anak. Dalam fase ini tersadar bahwa dulu melakukan tantangan t10 hanya sebatas melaksanakan saja, setelah itu siap menerima materi baru dan berlatih lagi di game selanjutnya.
Menarik memang saat perkuliahan didesain seperti sebuah game,yang bisa memacu adrenalin kalau setorannya telat atau melihat milik teman lebih baik. Seakan haus ingin cepat mengetahui tantangan yang harus dilakukan pada materi selanjutnya. Sayang nya seperti game juga kalau sudah terlampaui maka permainan sudah selesai dan selesai sudah tanpa berlanjut lagi.
Menjadi fasilitator seakan mereview lagi dan mengingatkan bahwa berkomunikasi, melatih kemandirian harusnya tidak terputus pada saat di dalam kelas. Berkomunikasi dan melatih kemandirian akan terus berlanjut sampai anak anak dewasa.
Merasa pas dengan peran ini, kembali menemukan track yang sempat hilang. Learn dan unlearn, saat ini saya berada dalam fase unlearn. Baru paham nih maksud dari learning by facilitating terasa banget efek nya di saya.
Kepanjen, 20 Des 2017

Minggu, 03 Desember 2017

Berimajinasi lah...



Bercerita tentang temannya yang lucu, ada hal yang ditanyakan elra kali ini “kok bisa ya Bu temenku itu lucu, ada aja yang di pake Hanifah (nama teman yang dimaksud) Yaang bikin aku dengan teman yang lain tertawa”.
Berimajinasi,membayangkan sesuatu yang di pakai temen elra seperti beneran” jawab saya
Iya e… sapu bisa jadi sepeda motor.. masih banyak lagi yang bikin aku sama teman-teman tertawa” lanjut nya bercerita

Hm… ini mengingatkan ku pada abunawa, dan percakapan kami pun dimulai. I (ibu) E (elra)

I :” elra pernah dengar cerita tentang abunawas?”
E:”pernah, kalau mengiring ustadz bercerita tentang abunawas”

(Terdiam dan mengira ngira cerita abunawas yang mana yang diceritakan)

I :”cerita yang mana yang diceritakan?”
E : “agak lupa aku tapi lucu abunawas itu sampe raja nya ga jadi kasih hukuman ke abunawas”
I : “abunawas itu… diceritakan sebagai orang biasa,miskin tetapi cerdik sehingga dia selalu bisa lolos dari hukuman sang raja dan selalu bisa membuat raja tertawa. Terkadang raja sangat marah terhadap abunawas tetapi karena kecerdikannya abunawas selalu bisa lolos dari hukuman sang raja dan malah bisa membuat raja senang. Abunawas selalu menceritakan hal -hal baru yang kadang - kadang raja ga pernah memikirkan apa yang di ceritakan abunawas, saat bercerita itulah abunawas memakai imajinasi nya supaya menjadi sebuah cerita yang bukan cuma lucu tetapi juga bisa menyelamatkan abunawas dari hukuman sang raja”

E : “jadi seperti temenku Hanifah tadi ya Bu… berimajinasi tentang apa apa gitu jadi teman - temannya bisa tertawa”
I : “iya… berimajinasi atau membayangkan sesuatu itu diperlukan, dari cerita abunawas tadi kalau orang yang cerdik, imajinasi bisa membuat dia lolos dari hukuman, bukan cuma hukuman saja imajinasi juga bisa menciptakan sesuatu hal yang sekarang ga mungkin terjadi tetapi bisa saja di masa depan imajinasi tadi bisa di ciptakan dan benar - benar bisa terjadi. Contohnya robot, jaman ibu kecil dulu masih jarang ada robot, itu cuma bayangan saja dan imajinasi nya anak - anak, tapi sekarang sudah banyak robot yang di ciptakan manusia dan bisa di pake untuk membantu pekerjaan nya manusia”

E :”bearti kata adek gitu ya… adek kalau mainan kan kadang kadang suka mbayangin yang di pegang jadi apa apa gitu”
I :” ya bisa saja, imajinasi atau membayangkan bisa berubah jadi cita - cita, jadi berimajinasi lah.. berandai - andai tapi jangan lupa pakai kecerdasan juga seperti abunawas tadi sehingga apa yang di bayangkan bisa menguntungkan bukan cuma elra tetapi orang - orang di sekitar elra”
E : “iya, abunawas bisa lolos dari hukuman juga bisa bikin senang raja nya”
I :”sip…”
E :”wes ngantuk aku Bu… tak tidur ya…”

Diakhiri dengan pamit ngantuk,kami mengakhiri percakapan tentang abunawas.
Next banyak - banyak cari referensi tentang abunawas, seperti nya 'nduk’ tertarik dengan cerita abunawas

#tantangan10hari
#level10
#kuliahbunsyaIIP
#CrabYourImagination

Sabtu, 02 Desember 2017

Tanggungjawab



Hari ini elra bercerita tentang pak sopir abumen yang marah marah karena ada anak yang tertinggal di sekolah sehingga mengharuskan pak sopir kembali ke sekolah dan menjemput anak yang tertinggal.

Hmm… cerita yang cocok untuk elra saat ini apa ya???
Baiklah tema kali ini adalah tanggungjawab.

Begini dengarkan cerita ibu, elra sering di ajak ustadzah untuk out Bond kan…. Nah sekarang bayangkan misal mba elra di jadikan ketua kelompok pada saat itu, satu kelompok berisi 10 orang anak. Sebagai ketua kelompok mba elra harus bertanggung jawab atas teman teman mbak elra. Jadi ketika teman teman bermain mbak elra harus tahu teman teman bermain di mana dan bisa mengingat kan teman teman juga saat waktu nya berkumpul atau bergabung dengan kelompok lainnya.

Nah misal… di dalam kelompok mbak elra ada beberapa anak yang suka bercanda sebut saja nama nya Dina dan Dila, saat bermain di satu wahana Dila dan Dina sering bercanda dan mengatakan hal yang bukan sebenar nya. Contoh…mereka bilang eh rek lihat disana ustadzah lagi nraktir teman teman, padahal saat itu ustadzah hanya membayar minuman di suatu counter makanan. Bisa saja teman teman yang lain berlari mendekat ke ustadzah untuk minta di traktir, nah kalau teman - teman ternyata 'kecelik’ dan malu karena ternyata ustadzah ga nraktir Dila dan Dina tertawa terbahak-bahak senang.

Di akhir perjalanan outbond, saat harus pulang kelompok kecil yang di pimpin elra harus bergantung dengan kelompok yang lainnya. elra bertanya ke teman - teman, apakah semua sudah kumpul? Dina menjawab sudah…. Sudah lengkap. Tanpa melihat dan menghitung jumlah teman dalam kelompok elra dan teman2 langsung menuju tempat berkumpul dengan kelompok yang lainnya. Ternyata Mira teman satu kelompok elra tertinggal di tempat terakhir elra dan teman teman bermain.

Saat ustadzah menanyakan kelengkapan anggota kelompok pada ketua kelompok, elra menjawab sudah lengkap. Nah waktu ustadzah ngecek di barusan ternyata ada yang tertinggal. Bagaimana perasaan elra saat itu???

(Diam sejenak.. menunggu respon elra)

Elra (E) “marah sama Dina"
Ibu (i) “Kenapa elra marah?”
E : Ya marah soalnya Dina bohongin elra, bilang lengkap ternyata belum lengkap”
I : “Terus… bagaimana dengan Mira teman elra?
E :“ Ya di cari lah Bu, kasihan kan ketinggalan”
I : “Kira - kira sama engga dengan pak sopir ini tadi?”
E : “O… iya iya pak sopir tadi marah marah soalnya mba nazawa teriak sudah lengkap pak… terus mobilnya langsung jalan”
I : “Dari cerita ibu dan kejadian di mobil ini tadi l, menurut elra siapa yang salah?”

(Elra tampak diam kembali)

E :“ Yang salah mba nazawa” jawab nya
I : “Kalau di cerita ibu tadi yang salah siapa?”
E :“ Yang salah elra dan Dina"
I : “Kenapa?”
E : “Dina berbohong dan elra ga lihat dulu mastikan temen - temen betul sudah lengkap apa belum”
I : “harusnya bagaimana?”
E : “ya harus nya elra absen gitu temen temen elra biar elra tahu siapa saja yang belum ada”
I : “allhamdulillah… mbak elra sudah mengerti kan kenapa pak sopir tadi marah?”
E : “ iya,tapi tadi marah sekali Lo Bu… pak sopir juga kan salah, ya harus nya ga marah marah.aku sama temen - temen sampe takut”

Tarik nafas panjang… seperti nya ada yang kelewat di cerita tadi 😀

I : “saat seseorang di beri tanggungjawab untuk menjaga sesuatu bisa saja orang tersebut marah jika merasa kehilangan.marah yang timbul bisa saja karena rasa kecewa, khawatir atau yang lain juga’
E : “o… bearti tadi aku sopir mungkin khawatir ya Bu… takut kalau temenku yang ketinggalan tadi pulang sendiri kan bisa kesasar atau takut kalau di bawa orang”
I : “ya bisa saja… karena bagaimanapun seperti ibu ini menitipkan elra ke pak sopir saat pulang sekolah,ibu ga kepingin anak ibu terluka atau kenapa kenapa, jadi pak sopir pun berusaha menjaga titipan ibu itu dengan baik”
E : “ oh… ya wes aku dah ngerti kenapa pak sopir tadi marah”

Alhamdulillah…. Selesai juga cerita nya. Menitipkan pesan pada suatu cerita bukan hal yang mudah, tetapi saat pesan tersampaikan maka makna yang tersirat akan selalu tertanam dalam hati anak anak.

Pemilu Hexagon city di pekan ke-2

 Seperti layaknya seseorang yang berada di sebuah kota baru. Beradaptasi mulai dengan berkenalan dengan lingkungan sekitar, berkumpul dengan...