BERPIKIR KREATIF
Sebagai ibu haruslah mempunyai rasa ini, rasa untuk selalu berfikir secara kreatif. Menemukan ide baru saat membersamai anak - anak atau menemukan ide baru dari ide yang lama untuk mengatasi permasalahan di dalam rumah.
Berkreatif tidak hanya membuat sebuah karya atau ber "DIY" bersama anak - anak. Tetapi menjaga agar semua anggota keluarga sehat juga memerlukan sebuah pemikiran yang kreatif. di level 9 ini seakan menyadarkan kembali bagaimana harus sekreatif mungkin untuk menjadi seorang ibu. Terlalu hiperbolis mungkin rasa nya jika seorang ibu memang di tuntut untuk menjadi bisa di segala hal, Kenyataannya memang seorang ibu harus bisa dalam segala hal, yah.. segala hal untuk menjaga anak - anak mereka, membersamai dan menjadi panutan dalam kehidupan mereka.
Untuk itu perlu sekali mempunyai rasa ini, rasa untuk selalu berfikir dengan kreatif. Kreatif memikirkan dalam menjaga hidup sehat, kreatif menemukan ide memasak sehat, kreatif membantu anak - anak mengupgrade diri mereka sendiri, kreatif menciptakan komunikasi yang produktif dirumah, kreatif dalam mengtur emosi, kreatif menciptakan situasi rumah yang menyenangkan, pada akhirnya memang harus menjadi sekreatif mungkin.
Menjadi kreatif memang sebuah keharusan tetapi menjadi kreatif tidak boleh merubah diri kita menjadi orang lain. Menirukan boleh tetapi sebagi orang yang berfikir kreatif menirukan dengan `ala` diri kita sudah menjadi kewajiban. Berfikir kreatif adalah sarana yang tepat untuk mengupgrade diri kita untuk lebih baik dan lebih baik dalam menghadapi segala tantangan.
Berfikir kreatif, tetap menjadi diri sendiri, menjadi dibanggakan keluarga.
#tantangan 10 hari
#level9
#kuliahbunsayIip
#thinkcreative
Sabtu, 25 November 2017
Sabtu, 18 November 2017
Menulis
Sekelumit tentang Menulis dan Edting
8 November 2017, diskusi tentang editing di kelas enrichment bunda sayang...
Adalah Pak Darma Eka Saputra yang menjadi nara sumber tema editing kali ini. Sekilas membaca profil dan perkenalan singkat, beliau sudah culup lama eksis di dunia per editan, dan.... ini adalah ilmu baru bagi saya. Menulis siapa pun bisa melakukannya, akan tetapi membuat tulisan itu enak di baca dan menarik perhatian serta dapat merubah cara pandang seseorang berdasarkan apa yang kita tulis memerlukan sebuah keahlian khusus dalam menata bahasa tulisan.
Untuk itu penyuntingan sebuah naskah tulisan sangat diperlukan, agar kalimat - kalimat dalam tulisan tersebut efektif, enak di baca dan terpenting adalah sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia. Saat akan menulis seyogya nya kita juga harus sudah menentukan sasaran pembaca tulisan kita. Sebagai seorang penulis atau editor insting berbahasa nya pun perlu di asah dengan cara banyak membaca dan banyak menulis.
Sekedar menulis saja tidak cukup, tetapi perlu keberanian untuk mempublikasikan tulisan tersebut. Media yang bisa di pergunakan sebagai tempat publikasi pun bermacam - macam sesuai dengan kebutuhan penulis. Tips yang di bagi agar tulisan itu dapat di publikasikan :
1. judul dan isi tulisan sesuai
2. tidak rumit dan bertele -tele
3. sesuai dengan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia)
4. tentukan target pembaca nya
Diakhir diskusi ada pernyataan yang menurut saya menarik dari salah satu peserta diskusi bahwa Semakin banyak kita membaca bacaan yang berkualitas, semakin berkulaitas pula bhasa dan tulisan serta insting bahasa kita.
Menulis adalah hal yang menyenangkan, akan lebih menyenangkan lagi bila tulisan tersebut bermanfaat bagi orang lain. Agar bermanfaat di perlukan tulisan yang menarik dan berkualitas baik secara materi dan tata bahasa tulisan, Editor yang baik adalah editor yang mampu menyampaikan maksud si penulis pada pembaca nya dengan tata bahasa yang menarik dan tidak membosankan.
Sumber : Hasil diskusi tentang materi editing enrichment bunsay nov 2017
#reviewediting
#bundasayang
#belajarmenulis
8 November 2017, diskusi tentang editing di kelas enrichment bunda sayang...
Adalah Pak Darma Eka Saputra yang menjadi nara sumber tema editing kali ini. Sekilas membaca profil dan perkenalan singkat, beliau sudah culup lama eksis di dunia per editan, dan.... ini adalah ilmu baru bagi saya. Menulis siapa pun bisa melakukannya, akan tetapi membuat tulisan itu enak di baca dan menarik perhatian serta dapat merubah cara pandang seseorang berdasarkan apa yang kita tulis memerlukan sebuah keahlian khusus dalam menata bahasa tulisan.
Untuk itu penyuntingan sebuah naskah tulisan sangat diperlukan, agar kalimat - kalimat dalam tulisan tersebut efektif, enak di baca dan terpenting adalah sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia. Saat akan menulis seyogya nya kita juga harus sudah menentukan sasaran pembaca tulisan kita. Sebagai seorang penulis atau editor insting berbahasa nya pun perlu di asah dengan cara banyak membaca dan banyak menulis.
Sekedar menulis saja tidak cukup, tetapi perlu keberanian untuk mempublikasikan tulisan tersebut. Media yang bisa di pergunakan sebagai tempat publikasi pun bermacam - macam sesuai dengan kebutuhan penulis. Tips yang di bagi agar tulisan itu dapat di publikasikan :
1. judul dan isi tulisan sesuai
2. tidak rumit dan bertele -tele
3. sesuai dengan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia)
4. tentukan target pembaca nya
Diakhir diskusi ada pernyataan yang menurut saya menarik dari salah satu peserta diskusi bahwa Semakin banyak kita membaca bacaan yang berkualitas, semakin berkulaitas pula bhasa dan tulisan serta insting bahasa kita.
Menulis adalah hal yang menyenangkan, akan lebih menyenangkan lagi bila tulisan tersebut bermanfaat bagi orang lain. Agar bermanfaat di perlukan tulisan yang menarik dan berkualitas baik secara materi dan tata bahasa tulisan, Editor yang baik adalah editor yang mampu menyampaikan maksud si penulis pada pembaca nya dengan tata bahasa yang menarik dan tidak membosankan.
Sumber : Hasil diskusi tentang materi editing enrichment bunsay nov 2017
#reviewediting
#bundasayang
#belajarmenulis
Sabtu, 25 Februari 2017
#hari ke 4#Kuliah bunsay IIP#Melatih kemandirian#level 2 #percaya kamu bisa
26 febuari 2017
Bismillahirrahmanirrahim…
Hari ke -4 level 2, terus berproses sambil berusaha
berkomunikasi produktif dan juga meningkatkan level saya pribadi untuk melatih
kemandirian anka – anka. Allhamdulillah.. walau pun sudah hari ke – 4 dan baru
ingat dengan jadwal yang dulu pernah kami buat dan dilaksanakan lagi. Hari ke –
4 ini masih belum semua kegiatan bisa dilaksanakan karena kakak protes ini kan
hari minggu bu…. Harus nya kan main sama – sama .
Hm.. bener juga hari ini
belum buat kesepakatan untuk rencana sabtu dan minggu. Akhir nya saya Tanya kan
sekarang mbak elra mau melakukan kegiatan apa? Pagi ini ibu ga bisa nemani
karena harus piket sampai jam 2 siang.
“elra main di luar sama adik saja ya… mau mainan tanah,
mandi nya nti siang” jawab elra. Sebenarnya yang ijin untuk main diluar tadi
fajar yang bangun duluan.
“boleh, tapi jangan terlalu jauh, nasi + lauk sudah ibu
masakkan, jangan lupa nti sarapan” jawaab ku
“ oke” sahut elra, “kalau mau sarapan cuci tangan dengan
sabun, adik juga di ingat kan untuk cuci tangan”. Lanjutku “oke “ jawab nya
lagi. Untuk kegiatan makan anak - anak sudah terbiasa makan sendiri dan membereskan nasi yang tercecer misal jika berantakan dan mencuci piring mereka sendiri - sendiri, kecuali adik arka yang paling kecil baru bisa makan sendiri dan membereskan sisa nasi yang jatuh sebisa arka.
“boleh lihat tv kalau sudah sarapan” lanjut ku lagi, ‘oke
bu..” jawab nya
“dirumah dengan om bo, adik di jaga bermain yang baik
seperti biasa” pesan ku lagi “ ibu berangkat dulu, nanti kalau ada apa – apa pinjam
hp om bo telpon ibu”, ujarku
“iya bu, hati – hati “ pesannya juga.
Putri kecil ku rasa nya sudah cukup mandiri dengan hal – hal
seperti ini. Ketika saya berangkat kerja atau rapat dalam
hitungan jam (3-4 jam) hanya bertiga dengan adik – adik dirumah. Ada perasaan
ga tega tpi saya coba percaya dengan elra, ketika dia bilang aku bisa, saya
hargai itu dan saya percaya. Apapun hasil nya saya hargai walaupun terkadang
ada kekurangan disana disini atau adik yang kurang puas dengan kakaknya. Ini
adalah usaha ku untuk membangkitkan rasa percaya diri nya.
Kemandirian fajar sampai hari ini, allhamdulillah… sudah
mulai kelihatan. Kemarin sudah mau dan bisa menyiapkan bekal sekolah, dan
sewaktu pulang (karena saya ga bisa jemput langsung kesekolah, yang menjemput
adalah kung) saya jemput di rumah eyang uti, fajar sudah siap dengan tas yang isi nya
buku, tempat bekal, seragam yang di pakai hari itu dan ketika saya bertanya pada eyang nya yang menyaipkan siapa? uti menjelaskan kalau fajar yang menyiapakan sendiri. Allhamdulillah… hari ini
proses yang kemarin bisa terlampaui.
Begitu juga dengan hari ini, kulihat fajar yang bangun
duluan dari ke-3 anaku, yang dilakukan adalah pergi ke kamar mandi untuk pipis,
cuci muka dan kembali kekamar untuk membenahi bantal yang jatuh dari tempat
tidur, selanjutnya minta ijin untuk main di luar bersama elra. Setelah ku ijin
kan, fajar membangunkan elra dan dengan sabar menunggu elran besiap setelah
bangun tidur. Karena arka yang paling kecil masih tidur… jadi mereka tidak
merapikan tempat tidur nya, hanya melipat beberapa selimut yang berserakan dan
jauh dari arka tidur.
Allhamdulillah.. aktivitas pagi ini berjalan dengan lancar
dan anak – anak bisa melaksanakan kegiatan nya tanpa saya harus mengingatkan
atau berteiak harus begini dan begitu. Jam 6.30 wib anak – anak saya tinggal
dengan keadaan rumah memang belum rapih, sarapan sudah tersedia dan mereka
sedang bermain di luar. Untuk pengawasan saya titipkan ke adik yang sedang
mengerjakan skripsi dirumah.
Bismillah… nti sore Dan selanjutnya harus lebih semangat….
Memulai dengan jadwal kegiatan lagi
Sabtu, 25 febuari
2017
Bismillahhirrahmanirrahim
Beberapa hari asyik dengan memperhatikan anak – anak belajar
mandiri, ada hal yang terlewatkan dan terlupakan begitu saja. Ini karena
kelalaian saya yang tidak bisa continu dalam mendampingi dan merasa jika sudah
bisa ya sudah percaya saja dan melepas dengan harapan anka – anak teruatama
kakak akan terus melaksanakannya secara konsisten.
Ada hal yang terlupakan dalam hal ini bahwa mereka adalah
anak – anak dan tetap anak – anak. Bukan orang dewasa sehingga dalam aplikasi
kegiatan sehari – hari masih perlu dan selalu di dampingi orang tua nya.
Hal yang terlupakan itu dadalah jadwal kegiatan harian yang
dulu pernah kita buat dan sepakakti bersama – sama.

JAM
|
AKTIVITAS
|
SENIN
|
SELASA
|
RABU
|
KAMIS
|
JUM`AT
|
SABTU
|
MINGGU
|
👆Adalah table sederahana yang saya buat untuk anak – anak tertuama
elra (kakak) Sedangkan isi aktivitas adalah kegiatan sehari – hari yang akan
dilakukan dan biasa dilakukan setiap hari.
Kegiatan ini yang menentukan elra sendiri mulai dari aktivitas
bangun pagi yang menentukan jam nya adalah elra, setelah itu sholat subuh,
mandi, sarapan dan lain sebagai nya sampai dengan sore hari.
Khusus untuk hari sabtu dan minggu biasa nya kami buat
jadwal kegiatan bersama – sama, karena sabtu minggu anak – anak libur sekolah
dan saya bekerja hanya setengah hari. Jadi kami usahakan untuk hari sabtu dan
minggu adalah untuk bermain dan beraktivitas bersama bersama sepanjang hari.
Game level 2 ini mengingatkan saya dengan jadwal yang sudah
kami buat sekitar 2 bulan yang lalu, karena ada gangguan kesehatan yang membuat
saya tidak bisa menemani elra dalam melaksanakan jadwal kegiatannya membuat
aktivitas ini terpurtus lagi. Hari ini kami sepakat akan memulai lagi. Dengan
mengumpulkan stiker bintang (jika kegiatan berhasil dilaksanakan) dan stiker
emo cemberut jika tidak berhasil dilaksanakan, ini adalah kesepakatan awal yang
dulu pernah kami buat, dan sekarang akan kami mulai lagi.
HUpps… tarik nafas panjang dan hembuskan… semoga bisa continu dan
konsisten. Kegiatan yang sudah kami sepakati antara lain :
1. Bangun pagi jam 05.00
2. Mandi lanjut sholat subuh
3. Bantu ibu beres rumah dengan menyapu jam 5.30
4. Sarapan jam 06.00
5. Persiapan berangkat sekolah dan nunggu jemputan jam 06. 20 elra baca buklu sekolah hr ini yang di inginkan utnku di baca atau bermain dengan adik atau bantu ibu menyiapkan bekal
6. Berangkat sekolah 06.40
7. Sekolah 07.00 – 16.00
8. Pulang sekolah langsun g mandi dan cuci tempat bekal, menyiapkan buku buat besok sekolah jam 16.00 – 17.00
9. waktu bermain dengan adik ( santai) jam 17.00 – 20,30
a.
17.45 – 18..15 sholat maghrib dan baca buku
nggaji/murojaah (sesuka elra)
b.
19.00 sholat isya
10. Tidur (masuk kamar persiapan tidur jam 20.30 biasa nya kami isi dengan bercerita tentang aktivitas seharian tadi atau membacakan buku buat anak – anak. Karena sewaktu menentukan jam sekian untuk tidur, anak – anak tidak bisa langsung tidur jadi kami biasa nya bercerita sambil tiduran
Jadwal sudah disepakati, dan dimulai sore ini, untuk
kegiatan setelah pulang sekolah sampai malam sebenarnya hampir dikerjakan
semua, karena memulai lagi…. Ya ada beberapa hal yang tidak dilakukan sseperti
membaca al-qur,an setelah sholat, karena asyik bermain terkadang sampai sholat nya terlewatkan
Dan.. harapan saya semua kegiatan itu bisa dilaksanakan
sendiri kedepannya tanpa harus saya ingatkan. Elra akan terbioasa dengan jadwal
yang di buat dan berkomitmen dengan keputusan yang di buat elra sendiri.
Semangat untuk berubah ….
Jumat, 24 Februari 2017
Ayo belajar mandiri bareng - bareng
Berani dan bisa mengantar kopi buat tamu
24 febuary 2017
Sore ini kami kedatangan tamu, om oki datang dengan adek
musa. Seperti biasa kalau om datang buat kan kopi, nah kebetulan karena elra
juga ingin bisa membuat kopi sekalian nih di ajarin saja
Prosedur awal nya ku jelasin semua, setelah itu baru elra
yang mempraktekkan
“ambil air dalam ceret kecil, taruh diatas kompor, nyalakan
api nya” ulang elra hati – hati
“terus ambil gelas, masukkan 1 sendok kopi di tambah 2
sendok gula” lanjutnya
“ kalau ceret nya sudah mengeluarkan asap, tanda nya air
sudah matang, terus ambil lap pelan – pecan airnya di tuangin ke dalam gelas”
ujar elra tetapi kali ini ragu ragu.
Dan upps..😱 benar saja hampir pegangan nya jatuh dan kali ini
aku ambil alih. “ sekarang ibu dulu ya yang buat kan kopi” ujar ku
“mbak masih kaget? Kalau mau masuk ga papa main dengan adek,
biar ibu yang lanjutkan”, “ mmm… aku mau lihat bu, terus aku yang ngantar ke
depan” pinta nya
“ boleh, perhatikan ibu kalau menuang air panas harus hati –
hati, sabar, pelan – pelan jangan terburu – buru” jelas ku sambil mempraktekan.
Setelah kopi jadi, kubiarkan elra membawa kopi tersebut ke depan di atas
nampan, Ku perhatikan langkah nya membawa secangkir kopi panas sangat pelan dan
begitu juga saat meletakan kopi di atas meja.
“sudah bener a bu? Tanya nya
“sudah wes 100 “ jawab ku “besok kalau ada tamu aku yang buatkan ya…
nanti rebus airnya ga banyak – banyak biar ga berat” lanjut elra bercerita
“ Ok, tapi lain kali hati – hati ya..”
Sore ini banyak pelajaran yang di ambil, kulihat bagaimana
cara nya belajar dan memperhatikan setiap gerakan ku mengingatkan kembali bahwa
setiap anak adalah unik dan benar – benar pembelajar yang tangguh.
Dalam hal – hal skill memang sementara ini mengalir saja,
mengikuti kemauan anak – anak tertarik dengan hal apa. Bukan berarti membiarkan
segala sesuatu terjadi dan berprinsip nanti bisa sendiri. Sesekali aku
mengingatkan seperti tanggung jawabnya terhadap persiapan buat sekolah, tempat
bekal, jadi untuk hal – hal tersebut elra sudah terbiasa menyiapkan sedari umur
7 tahun, tetapi untuk pembiasaan memang perlu proses.
Untuk adik nya, fajar 5 th yang ingin ku latih saat ini
kemandiriannya adalah bertanggunggjawab untuk keperluannya di sekolah (TK)
dan bertanggung jawab pada barang bawaannya istilah nya apa ya… bingung😬
Jadi untuk adek saat ini saya sedang melatih atau tepat nya
mengingatkan fajar untuk menyiapkan buku buat besok, ya walau pun yang di
siapkan Cuma 1 buah buku ngaji yang rupa nya sudah kucel banget, tetapi seiring
dengan kakak yang terbiasa menyiapkan keperluan sekolah buat esok hari nya
sendiri, fajar lebih mudah mengikuti, bahkan untuk pagi hari fajar menyiapkan
bekal air putih nya sendiri (mengisi botol minum nya sendiri) kalau elra sudah
terbisa sejak kelas 2, jadi tidak ada masalah
Yang ke – 3 ni lagi membiasakan toilet training. Arka 34
bulan, TT yang sedang berlangsung sekarang adalah pergi ke kamar mandi sendiri,
buka celana sendiri ketika mau pipis dan belajar memberihkan kemaluannya
setelah pipis kemudian belajar pakai celana kembali setelah pipis, Sudah
berjalan 1 mingguan banyak hal lucu yang buat ketawa kalau si adek sedang
kebelet pipis.
Anak – anak pembelajar hebat. Bikin semangat melatih kemandiriannya
selangkah demi selangkah.
Buat besok insya allah lebih semangat.😍
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemilu Hexagon city di pekan ke-2
Seperti layaknya seseorang yang berada di sebuah kota baru. Beradaptasi mulai dengan berkenalan dengan lingkungan sekitar, berkumpul dengan...
-
Penting dan mendesak engga sih ?? Pekan kedua.... Setelah pekan pertama menemukan apa yang di suka... Pekan kedua ini menemukan apa yg pe...
-
Mentorship program Sebagai mentee, dalam program Mentorship ini saya memilih mentor penulis. Alasannya adalah saya ingin tetap bermanfaa...
-
Seperti layaknya seseorang yang berada di sebuah kota baru. Beradaptasi mulai dengan berkenalan dengan lingkungan sekitar, berkumpul dengan...