Jumat, 24 Februari 2017

Ayo belajar mandiri bareng - bareng

Berani dan bisa mengantar kopi buat tamu
24 febuary 2017

Sore ini kami kedatangan tamu, om oki datang dengan adek musa. Seperti biasa kalau om datang buat kan kopi, nah kebetulan karena elra juga ingin bisa membuat kopi sekalian nih di ajarin saja
Prosedur awal nya ku jelasin semua, setelah itu baru elra yang mempraktekkan
“ambil air dalam ceret kecil, taruh diatas kompor, nyalakan api nya” ulang elra hati – hati
“terus ambil gelas, masukkan 1 sendok kopi di tambah 2 sendok gula” lanjutnya
“ kalau ceret nya sudah mengeluarkan asap, tanda nya air sudah matang, terus ambil lap pelan – pecan airnya di tuangin ke dalam gelas” ujar elra tetapi kali ini ragu ragu.

Dan upps..๐Ÿ˜ฑ benar saja hampir pegangan nya jatuh dan kali ini aku ambil alih. “ sekarang ibu dulu ya yang buat kan kopi” ujar ku

“mbak masih kaget? Kalau mau masuk ga papa main dengan adek, biar ibu yang lanjutkan”, “ mmm… aku mau lihat bu, terus aku yang ngantar ke depan” pinta nya
“ boleh, perhatikan ibu kalau menuang air panas harus hati – hati, sabar, pelan – pelan jangan terburu – buru” jelas ku sambil mempraktekan. Setelah kopi jadi, kubiarkan elra membawa kopi tersebut ke depan di atas nampan, Ku perhatikan langkah nya membawa secangkir kopi panas sangat pelan dan begitu juga saat meletakan kopi di atas meja.

“sudah bener a bu? Tanya nya  “sudah wes 100 “ jawab ku “besok kalau ada tamu aku yang buatkan ya… nanti rebus airnya ga banyak – banyak biar ga berat” lanjut elra bercerita

“ Ok, tapi lain kali hati – hati ya..”

Sore ini banyak pelajaran yang di ambil, kulihat bagaimana cara nya belajar dan memperhatikan setiap gerakan ku mengingatkan kembali bahwa setiap anak adalah unik dan benar – benar pembelajar yang tangguh.

Dalam hal – hal skill memang sementara ini mengalir saja, mengikuti kemauan anak – anak tertarik dengan hal apa. Bukan berarti membiarkan segala sesuatu terjadi dan berprinsip nanti bisa sendiri. Sesekali aku mengingatkan seperti tanggung jawabnya terhadap persiapan buat sekolah, tempat bekal, jadi untuk hal – hal tersebut elra sudah terbiasa menyiapkan sedari umur 7 tahun, tetapi untuk pembiasaan memang perlu proses.

Untuk adik nya, fajar 5 th yang ingin ku latih saat ini kemandiriannya adalah bertanggunggjawab untuk keperluannya di sekolah (TK) dan bertanggung jawab pada barang bawaannya istilah nya apa ya… bingung๐Ÿ˜ฌ

Jadi untuk adek saat ini saya sedang melatih atau tepat nya mengingatkan fajar untuk menyiapkan buku buat besok, ya walau pun yang di siapkan Cuma 1 buah buku ngaji yang rupa nya sudah kucel banget, tetapi seiring dengan kakak yang terbiasa menyiapkan keperluan sekolah buat esok hari nya sendiri, fajar lebih mudah mengikuti, bahkan untuk pagi hari fajar menyiapkan bekal air putih nya sendiri (mengisi botol minum nya sendiri) kalau elra sudah terbisa sejak kelas 2, jadi tidak ada masalah

Yang ke – 3 ni lagi membiasakan toilet training. Arka 34 bulan, TT yang sedang berlangsung sekarang adalah pergi ke kamar mandi sendiri, buka celana sendiri ketika mau pipis dan belajar memberihkan kemaluannya setelah pipis kemudian belajar pakai celana kembali setelah pipis, Sudah berjalan 1 mingguan banyak hal lucu yang buat ketawa kalau si adek sedang kebelet pipis.

Anak – anak pembelajar hebat. Bikin semangat melatih kemandiriannya selangkah demi selangkah.

Buat besok insya allah lebih semangat.๐Ÿ˜

#hari 1#kuliahbunsayIIp#melatih kemadirian#level 2



Membuat telur mata sapi bersama elra

23 febuary 2017

Minggu – minggu ini anak sulung ku elra sedang tertarik dengan memasak. Dimulai dengan memasak telur , awalnya elra tertarik untuk memasak ketika aku membuatkan telur mata sapi untuk kedua adik nya. “aku masak sendiri boleh bu telur nya?’ Tanya  elra sore itu. “boleh” jawab ku

“hati – hati ya.., sudah bisa masak sendiri?” Tanya ku untuk meyakinkan.” Belum” jawab nya


“oke, gini cara nya, pertama taruh wajan(penggorengan) diatas kompor, nyalakan api nya hati – hati dan kecilkan sedikit, kalau elra takut memecahkan telur diatas wajan, elra bisa pecahkan telurnya dalam wadah?mangkok kecil, lalu masukkan pelan – pelan kedalam wajan” kulihat elra memperhatikan dengan seksama. “gimana? Mau coba?” Tanya ku

“lha terus di kasih garam engga bu?” Tanya nya nya lagi


“o iya, setelah telur ada di dalam wajan baru dikasih garam sedikit, nanti kalau sudah terlihat putih semua telurnya dang a bening seperti air, di balik supaya ga gosong” ujarku menjelaskan lagi


“ya wes, tak coba nya” jawab nya bersemangat

Ku perhatikan dengan rasa was – was sebenarnya, sambil berfikir aku masih menyimpan obat untuk lka bakar engga ya? Karena seingatku obat itu sedah ku berikasn terakhir kali sewaktu anak kedua ku bermain lilin dan terbakar.


“begini ya bu…” ujar elra, kulihat dia melakukan step –  by step penjelasan yang kuberikan tadi.

“pertama taruh wajan, nyalakan kompor dan di kecilkan” ujar nya  mengulangi penjelasanku sambil memperagakan, “terus.. pecahin trelur diatas mangkuk, terus dimasukan kedalam wajan hati – hati” lanjut nya. “habis itu di kasih garam,tunggu putih semua terus baru di balik biar ga gososng” lanjut elra


Sampai di proses akhir elra melakukan dengan sempurna, walaupun hasil telur gorengnnya agak kecil dan sedikit gosong karena terlalu lama memasak nya.

“Allhamdulillah…. Mbak elra suddah pintar” puji ku untuk asemangat belajar nya

“lha kok kecil bu?” Tanya nya, “aku boleh bikin lagi? Ini kurang kalau buat makan’” pinta nya

“ boleh, tapi hati – hati seperti tadi ya… “ jawab ku mengingat kan


Senang rasa nya melihat putri kecilku berusaha untuk bisa memasak, jadi inget waktu kecil pegang kompor baru di bolehin waktu menginjak smp hehehhehe…. Ku cicipin telur hasil gorengan nya dan lumayan asin…


Semangat ya nduk besok mau belajar apa lagi ni? Tanya ku dalam hati. Insay Allah ibu pasti nemenin. 

 Untuk si nduk ini sebenarnya tidak ada target khusus harus bisa apa, karena untuk kemadiriannya sudah lumayan bagus. Sempat terucapkan keinginannya sewaktu kita ngobrol bareng sore - sore kalau nduk ingin bisa :

  1. Memasak (mie,telur,air untuk bikin teh sendiri)
  2. buat jus
  3. Setlika baju
  4. Mencuci sepatu
next, bikin telur dadar ๐Ÿ˜Š

Sabtu, 18 Februari 2017

Di awali dengan komunikasi yang baik

Jadi ibu bukan hanya sekedar melahirkan, membesarkan anak - anak, memberi makan, pakaian yang layak, uang yang cukup buat keperluan sehari - hari sang buah hati. mengasuh dengan pola yang benar dan sesuai fitrah anak adalah sebuah kewajiban yang harus di miliki setiap ibu atau orang tua. Tentu saja hal ini harus di awali dengan berkomunikasi yang baik dan benar pula. Karena seorang ibu selain sebagai madrasah bagi anak - anak nya, ibu merupakan pertama kali mengenalkan bahasa ibu yang hanya akan di pahami dan di mengerti oleh anak - anaknya.
Tidak di pungkiri bahwa dalam kegiatan sehari - hari seringkali ibu menggunakan bahasa yang kurang layak di dengar anak - anak nya, atau secara gestur/bhaasa tubuh yang tidak menyenangkan dan hanya akan menimbulkan rasa takut atau kapok bagi anak - anak nya jika sang ibu berbicara. Hal tersebut bisa saja pengaruh dari pola asuh yang dialami sang ibu pada masa kanak - kanaknya, atau dalam beberapa budaya membenarkan hal demikian adalah di perbolehkan. Jika dirunut lebih dalam lagi mulai dari segi agama atau budaya manapun hakikatnya adalah mengajarkan kelembutan pada saat berbicara dengan sang buah hati, suami, keluarga atau lingkungan tempat kita tinggal atau bekerja.
yang lalu biarlah berlalu, setiap waktu adalah kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik.
Allhamdulillah.... barusan dapat ilmu yang bagus yang bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari - hari. Rasa nya seakan di ingatkan lagi kalau sudah banyak melakukan kesalahan dalam berkomunikasi dan secara ga langsung melukai fitrah anak -anak. Pun demikian dulu ketika berdiskusi dengan suami,keluarga, dan teman - teman yang lain, banyak ga nyambung nya. Dulu merasa bahwa yang salah adalah yang di ajak berbicara, padahal setelah berinstrospeksi ternyata cara kita dalam berkomunikasi yang kurang benar.
Kesalahan yang sering kita lakukan dan tidak disadari antara lain adalah :
- Menggunakan kbahasa atau kata - kata yang negatif
- beranggapan bahwa teman bicara kita mempunyai pandangan yang sama
- Memaksakan bahwa pendapat kita yang paling benar
- Ngomong dengan nada yang datar dan biasa saja
- Memberikan informasi yang terlalu panjang dan tidak langsung pada permasalahannya
- Dan masih banyak yang lain lagi
Ilmu yang baru saya dapat saat ini rasa nya mantap banget, ternyata dalam berkomunikasi ada beberapa kaidah yang harus di pahami dengan baik agar informasi yang diberikan bisa diterima dengan jelas,tidak melukai fitrah anak, dan yang jelas bahwa komunikasi yang terjalin adalah komunikasi dua arah dan produktif. Tidak hanya sekedar komunikasi yang mempunyai arti kamu harus melakukan ini , itu karena aku yang mengi inginkan ini dan itu.
Kaidah - kaidah yang keren itu antara lain :
  1. Kaidah 2C clear and clarify, bahasa yang jelas dan baik agar nyaman di dengar dan beri kesempatan lawan bicara untuk mengklarifikasi hal - hal yang mungkin di perlukan
  2. Choose the right time, pilih waktu dan suasana yang nyaman untuk menyampaikan sebuah pesan. misal menjelang tidur bisa lewat membacakan cerita pada anak - anak, atau saat menemani suami ngopi di sore hari
  3. Kaidah 7-38-55, menurut pakAlbert Mehrabian aspek verbal (kata - kata) hanya memiliki 7% dampak pada hasil komunikasi. Komponen yang lebih besar adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%). Bisa di bayangin kan kalau misal seorang pembaca berita atau gosip di televisi berbicara datar - datar saja sudah pasti acara nya ga akan menarik perhatian.
  4. Intensity of eye contact, tataplah mata pasangan komunikasi anda
  5. I'm responsible for my communication results, maksudnya hasil komunikasi adalah tanggung jawab si pemberi pesan, jadi kalau yang diajak ngomong ga ngerti dengan pesan yang di sampaikan.. jangan salahkan yang mendengarkan. Tapi menjadi kewajiban kita untuk mencari bagaimana cara yang lain atau bahasa yang mudah di pahami si lawan bicara.
Untuk berkomunikasi dengan si kecil ternyata ada beberapa trik yang harus di pahami agar tidak melukai fitrah nya, antara lain :
  • Keep information short and simple (KISS), jadi pake kalimat tunggal dan bukan kalimat majemuk
  • kendalikan intonasi suara dan gunakan suara yang ramah
  • Katakan yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan
  • Fokus ke depan dan bukan masa lalu
  • Ganti kata TIDAK BISA menjadi BISA
  • Fokus pada solusi dan bukan pada masalah
  • Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan
  •  Ganti nasihat dengan refleksi pengalaman kita pada masa lalu 
  • Ganti kalimat interogasi dengan pernyataan observasi,misal boleh berbagi cerita dengan ibu yang bikin  seneng di sekolah tadi?kok kelihatan nya kakak semangat sekali hari ini.
  • Ganti kalimat yang menolak dengan kalimat yang menunjukan empati
  • Ganti kalimat pertintah dengan pilihan
 Hal utama yang harus dilakukan adalah menggunakan kalimat yang produktif,  atau istilah awamnya sama dengan pertanyaan atau pernyataan terbuka
Ilmu diatas merupakan salah satu materi dalam kelas bunda sayang IIP Batch 2.
dalam berkomuniksi juga harus konsisten, yah... walaupun hal ini bukan lah hal yang mudah, karena jharus merubah sebuah kebiasaan tapi hal ini adalah tantangan  buat saya pribadi.
walaupun ada beberapa hal yang terlewatkan, namun serasa di ingatkan untuk kembali dalam jalur yang benar lagi.
Praktek berkomunikasi ini bukan hal yang mudah, dan saat tulisan ini saya buat pun masih dilakukan dengan proses membiasakan dengan tekad pasti BISA.
Allhamdulillah setelah berpraktek kurang lebih 2 minggu ada perubahan yang positif dalam berkomunikasi dengan anak - anak. Walaupun pada akhirnya harus mengulang lagi karena ada beberapa keluarga yang belum sepaham dengan komunikasi yang sedang kami terapkan. Tapi ga papa itu tantangan.
Dengan pasangan, allhamdulillah.. suami jadi lebih seneng ngobrol disaat senggang atau jika ada kesempatan telpon. Dengan teman bekerja juga ada perubahan, dimana terasa banget ketika harus menyampaikan sebuah meteri pada kelas kecil ibu - ibu balita, informsi yang saya sampaikan seperti nya lebih mudah di pahami dan mereka pun bersedia bertemu kembali dengan saya di kelas yang sama di minggu depannya.
Semua perubahan terasa positif, walaupun ada beberapa tantangan yang masih dan harus diselesaikan dengan kesabaran dan konsistensi. Insha Allah pasti BISA.

Kepanjen, 18 Febuari 2017

Pemilu Hexagon city di pekan ke-2

 Seperti layaknya seseorang yang berada di sebuah kota baru. Beradaptasi mulai dengan berkenalan dengan lingkungan sekitar, berkumpul dengan...